Anies Soal Pembangunan IKN : Nanti Dulu, Sekarang Baru Proses Pencalonan Capres

Anies Baswedan ke Rakernas Partai Ummat. (Merdeka.com)

 

Liputankukar.com , Jakarta – Pemerintah Jokowi tengah mengebut pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Proyek IKN jadi salah satu proyek mercusuar Presiden Joko Widodo (Jokowi) jelang lengser tahun 2024.

Dilansir dari Merdeka.com Bakal Calon Presiden dari NasDem, Anies Baswedan masih belum mau bicara panjang lebar tentang proyek IKN tersebut. Alasannya, dirinya masih dalam proses pencalonan, belum resmi menjadi Capres di KPU.

Bacaan Lainnya

“Nanti dulu sekarang baru proses pencalonan,” kata Anies saat menghadiri Rakernas Partai Ummat di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Selasa (14/2).

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmady, menyampaikan, partainya siap menjadi armada untuk bakal calon presiden Partai NasDem Anies Baswedan menuju kemenangan di Pilpres 2024. Partai Ummat, kata Ridho, diibaratkan sebagai bus yang mesinnya sudah panas dan siap mengantarkan Anies menjadi presiden di 2024.

“Insya Allah Partai Ummat walau belum dapat izin untuk beri tiket bus tersebut tapi ini mesin baru. Mesin perjuang-perjuangan Partai Ummat ini baru 2021 Pak Anies. Jadi mesin ini tidak hanya panas tapi siap berjuang,” kata Ridho, dalam sambutannya di acara Rakernas Partai Ummat, di Asrama Pondok Haji Gede, Jakarta, Selasa (14/2).

Dia menceritakan, mengapa bus Partai Ummat ini siap berjuang, karena tantangan dan hambatan yang dilalui Partai Ummat dapat diatasi dengan baik. Terlebih, saat penjegalan Partai Ummat untuk menjadi peserta pemilu 2024.

Sehingga, dia memastikan bus Partai Ummat sudah siap berjuang, mengantarkan Anies menunju kemenangan di Pilpres 2024. “Inilah insya Allah pejuang-pejuang Partai Ummat. Kalau Presidential threshold adalah proyeksi, hanya tiketnya, tapi ini insya Allah bus yang siap dipakai dan dan mesin yang sudah hidup bisa menghantarkan pak Anies menuju ke istana insya Allah,” imbuh Ridho.

 

Sumber : Anies Baswedan Bicara Proyek IKN, Lanjutkan atau Setop?

Editor : Muhammad Amin Khizbullah

Pos terkait