Bulan Ramadhan semakin dekat, dan kurma menjadi salah satu primadona yang tak pernah absen menemani momen sahur dan berbuka. Buah manis ini memang dikenal kaya nutrisi, baik untuk pencernaan, jantung, hingga energi. Selain itu, kurma juga terkenal tahan lama dan mudah disimpan. Namun, bukan berarti kurma bisa bertahan selamanya, lho. Ada kalanya buah ini mengalami penurunan kualitas dan tidak layak lagi dikonsumsi.
Lalu, bagaimana cara membedakan kurma yang masih segar dan aman dengan yang sudah sebaiknya dibuang? Dilansir dari Kompas.com (21 Februari 2026) dan Times of India, berikut adalah 3 tanda utama yang perlu Anda waspadai:
1. Perubahan Warna atau Munculnya Jamur
Ini adalah tanda yang paling jelas. Perhatikan baik-baik permukaan kurma. Jika Anda melihat bercak-bercak putih, hijau, atau kehitaman yang menyerupai jamur, segera pisahkan kurma tersebut. Dokter dan ahli kesehatan asal Amerika Serikat, Dr. Kunal Sood, bahkan mengingatkan bahwa kurma bertekstur lunak yang disimpan terlalu lama atau dalam kondisi lembap sangat rentan mengembangkan jamur tersembunyi.
“Banyak orang langsung memasukkan kurma ke mulut tanpa memeriksanya terlebih dahulu,” ujarnya. Karena itu, biasakan untuk memeriksa setiap kurma sebelum menyantapnya, terutama jika kurma tersebut sudah tersimpan cukup lama.
2. Tekstur yang Sangat Lembek atau Berbau Asam
Kurma yang baik umumnya memiliki tekstur kenyal dan sedikit berserat. Jika Anda mendapati teksturnya menjadi sangat lembek, berlendir, atau bahkan hancur saat disentuh, itu pertanda kurma sudah mulai membusuk. Ciri lainnya adalah bau. Kurma segar memiliki aroma manis yang khas. Jika muncul bau asam, alkohol, atau tidak sedap lainnya, itu indikasi kuat telah terjadi fermentasi atau pembusukan. Jangan pernah mencicipinya untuk memastikan, karena bisa berbahaya bagi kesehatan.
3. Rasa yang Menjadi Asam atau Pahit
Meskipun dua poin di atas tidak terlalu terlihat, Anda mungkin baru menyadarinya setelah menggigit. Rasa manis adalah ciri khas kurma. Jika saat digigit, kurma terasa asam atau pahit, itu adalah sinyal bahaya. Rasa asam menandakan proses fermentasi, sementara rasa pahit bisa menandakan kontaminasi atau kerusakan lainnya. Jika Anda merasakan hal ini, segera keluarkan dari mulut dan buang kurma tersebut.
Tips Penyimpanan Kurma:
Agar kurma tetap awet dan tahan lama, simpanlah dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan kering. Untuk penyimpanan lebih panjang, Anda bisa menyimpannya di dalam lemari pendingin.
Memastikan makanan yang kita konsumsi, termasuk kurma, dalam kondisi baik adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan, terutama di bulan suci. Jadi, selalu cermat sebelum menyantapnya, ya!
Semoga informasi ini bermanfaat untuk menyambut Ramadhan. Selamat menikmati kurma yang segar dan berkualitas!









