Kutai Kartanegara – Pertanian menjadi salah satu sektor unggulan bagi Kutai Kartanegara. Tak tanggung-tanggung, hasil dari produksi pertanian Kukar menjadi salah satu penopang lumbung pangan di Provinsi Kalimantan Timur.
Plt Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Ananiyas memaparkan sebanyak 45 persen hasil pertanian Kukar turut andil dalam menopang pangan di beberapa kota selain Tenggarong, yakni Samarinda, Balikpapan, Bontang, Itu semuanya dari Kukar.
“Produksi kita saat ini meningkat karena PH tanahnya meningkat, tanahnya juga lebih sehat. Sehingga produktivitas padi kita jadi lebih baik, pemasaran kita juga hampir menopang kota-kota besar yang ada di Kaltim,” ucap Ananiyas. Rabu,(15/3/2023).
Jumlah petani di Kukar sekitar 56 ribu kepala keluarga, dengan 2,910 kelompok tani. Dan sektor pertanian di Kukar adalah sektor unggulan, yang pertumbuhannya selalu positif pada era apapun.
“Sektor pertanian ini pertumbuhannya selalu positif diera apapun, saat pandemi, saat kritis. Harapannya ini menjadi sektor prioritas dan menjanjikan kedepannya,” kata dia.
Produksi lumbung padi yang hamparannya lebih dari 1000 hektar di Kukar ada lima kawasan, diantaranya Sebulu, Muara Kaman, Tenggarong Seberang, Separi, dan Marang Kayu.
“Untuk Tenggarong – Loa Kulu itu kita jadikan satu termasuk didalamnya ada Jahab, Bukit Biru, hingga Sumber Sari, itu kita sebut kawasan Tenggarong-Loa Kulu walaupun beda Kecamatan tapi hamparannya jadi satu,” bebernya.
Tak hanya itu, komoditas padi unggulan khusus di Kukar juga tersedia. Seperti padi Mentek Susu Wangi. Padi ini khusus dan baru pertama kali dikembangkan di Kukar.
Kata Ananiyas, Padi mentek susu wangi harus dikelola secara organik, jika dikelola dengan pupuk kimia berdasarkan testimoni petani dilapangan warnanya akan berubah tidak putih.
“Kalau memakai pupuk kimia warnanya menjadi seperti beras biasa, tidak jadi mentek susu. Kemarin dijual dengan harga 20 ribu perkilo. Perbedaannya dari rasa, dan tentunya lebih aman dan sehat,” pungkasnya.(Advertorial)









