Kutai Kartanegara – Kabar bahagi untuk warga Desa Pedohon, Kecamatan Tabang. Pasalnya, dari rencana 94 unit rumah, 40 rumah yang sudah dibangun, 30 rumah lagi akan dibangun tahun 2023 melalui APBD murni, dan sisanya 24 unit rumah akan dilanjutkan dianggaran perubahan 2023.
Hal itu disampaikan Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah saat meresmikan, sekaligus menyerahkan secara simbolis perumahan untuk warga. Jumat (5/5/2023).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan berita acara serah terima, yang kemudian dilanjutkan peninjauan dari rumah ke rumah Edi, didampingi Camat Tabang Faisal dan Kepala Desa Pedohon Sung Ajan.
“Saya ingat persis proses relokasi ini penuh liku-liku, saya tau persis karena saya ikut mengawalnya, dari menetapkan rencana lokasi, aspek legalitas lahannya yang harus dipenuhi, sehingga dalam kurun waktu tiga tahun ini progresnya bisa kita lihat sekarang ini,” ucap Bupati.
Adapun fasilitas umum, untuk jalan sudah ada. Selain itu tata ruang dan masterplan untuk dibuat dan dipedomani agar relokasi tata ruangnya baik, lingkungannya baik, sehingga bisa menjadi percontohan perumahan di kawasan zona hulu Kutai Kartanegara.
“Karena ada satu lagi pekerjaan rumah kami, yaitu di Muara Kaman Ilir, Kecamatan Muara Kaman, kalau sudah kebanjiran dan kami datang minta cepat dipindahkan (relokasi), tapi kalau sudah surut niat untuk pindah ikut surut juga,” lanjutnya.
Bupati mengapresiasi warga Desa Pedohon yang menyadari akan kondisi desanya yang memutuskan untuk direlokasi. Terkait penyediaan fasilitas air bersih dan listrik, bupati berjanji akan segera merealisasikannya.
“Untuk air bersih akan kita kerjakan tahun 2023 ini, dan untuk listrik juga sudah dikoordinasikan dengan pihak PLN, tahun ini juga akan kita kerjakan,” terangnya.
Sementara itu Kades Pedohon Sung Ajan menceritakan kronologi relokasi warga Desa Pedohon, yang mana Desa Pedohon memang menjadi langganan banjir dan longsor, karena posisinya di pinggir sungai.
Dikatakannya untuk relokasi warganya dilaksanakan secara bertahap, untuk tahap pertama sudah ada 10 KK yang siap menghuni rumah relokasi, dan akan dilanjutkan 30 KK berikutnya.(Advertorial)









