Kutai Kartanegara – Tradisi Melarung atau dikenal dengan sedekah laut, salah satu tradisi dan kearifan lokal masyarakat pesisir sebagai tanda ungkapan rasa syukur atas hasil tangkapan laut yang selama ini didapatkan nelayan Samboja.
Pada puncak perayaan Pesta Laut Pesisir Nusantara 2023, Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin memimpin langsung prosesi ini.
Rendi menjelaskan pelestarian budaya lokal seperti tradisi melarung merupakan salah satu adat istiadat menjaga budaya dan kearifan lokal. Tentunya Pemkab Kukar memberikan apresiasi atas pelestarian kearifan lokal yang sudah dijalankan dan dipelihara kelestaraiannya oleh masyarakat setempat.
“Pemkab Kukar pun terus memastikan kebudayaan dan kearifan lokal tidak tergerus kemajuan zaman dan terus dilestarikan dengan baik. Tradisi dan festival pesisir laut ini juga masuk dalam kelender event tahunan Pemkab Kukar. Semoga dengan pelestarian budaya dan kearifan lokal di Samboja ini akan membawa dampak bagi peningkatan ekonomi kerakyatan,” jelas Rendi.
Acara sakral tersebut diawali dengan prosesi menginjak bara api, setelah itu dilanjutkan dengan melabuhkan telur dan sesajen lainnya sebagai sedekah laut oleh tokoh masyarakat setempat, turut disaksikan oleh Wabup Kukar Rendi Solihin ditengah-tengah laut Kuala Samboja.
Setelah itu dilakukan penancapan beberapa bendera kuning di laut, dan kapal komando yang ditumpangi Wabup dengan membawa sesajen ke tengah laut, termasuk kepala kambing diikuti puluhan kapal pengiring lainnya melaju ke arah lautan dan melakukan putaran sebanyak tiga kali dan diakhiri prosesi pelarungan sesajen.
Setelah itu rombongan yang sudah berada di tengah laut memulai prosesi belimbur, yakni saling siram antara perahu satu ke perahu lainnya.
“Alhamdulillah proses melarung atau sedekah laut ini sudah berjalan dengan lancar, diyakini sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut yang melimpah di Kukar,” ujarnya, Sabtu (20/5/2023).
Diketahui, rangkaian festival juga telah diawali dengan Ritual Adat Pesta Laut, yang kemudian akan dirangkai dengan tari-tarian, dan belimbur.
Kemudian bakar ikan sepanjang 1 kilometer, pagelaran seni tradisional, atraksi budaya, pentas seni, penampilan musik dari musisi lokal, band El Corona dan Tipe-X dari Jakarta, melarung, hingga beseprah.(Advertorial)









