Kutai Kartanegara – Terkait penyerapan APBD Kutai Kartanegara, Bupati Edi Damansyah kembali meminta jajarannya untuk meramu strategi.
Hal itu disampaikannya di acara Ngapeh Hambat terkait Strategi Percepatan Pembangunan Melalui Optimalisasi Perencanaan dan Penyerapan APBD Tahun Anggaran (TA) 2023.
Bupati Edi Damansyah berharap adanya optimalisasi terhadap kegiatan pada tahun anggaran berjalan, namun disisi lain proses perencanaan terdapat kelemahan-kelemahan.
“Sehingga ini tidak bisa berjalan sesuai yang kita harapkan,” kata Bupati, Selasa (13/5/2023).
Diungkapkan Bupati bahwa permasalahan yang dihadapi selama ini berkaitan dengan penyerapan APBD yang masih minim, maka dari itu harus dioptimalkan sehingga penyerapan APBD bisa terealisasi dengan baik.
“Komitmen kita bagaimana terus bekerja dengan baik, cepat dan tetap memperhatikan norma-norma perundang-undangan yang menjadi pedoman, baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan mandatori spending,” lanjutnya.
Sementara itu Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Agus Fathoni yang turut hadir dalam agenda itu menyampaikan apresiasinya atas pencapaian Kukar yang menjadi kabupaten dengan realisasi pendapatan APBD tahun 2022 masuk tiga besar se-Indonesia, dan tertinggi kabupaten/kota se-Kaltim dengan prosentase 128,25 persen.
“Kita patut bangga dengan pencapaian ini pak bupati, walaupun tetap harus dilakukan perbaikan-perbaikan agar lebih meningkat lagi,” pujinya.
Fathoni mengatakan realisasi belanja APBD tahun 2022 Kukar menempati urutan ke-5 tingkat kabupaten/kota se-Kaltim dengan prosentase 81,76 persen.
“Tidak usah takut dalam penggunaan anggaran, yang penting kita pahami dan taati aturan serta ketentuan-ketentuan atau regulasi yang berlaku,” tegasnya meyakinkan.(Advertorial)









