Tenggarong – Event Balap Ketinting yang diadakan di Desa Embalut, Tenggarong Seberang, berhasil memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal. Acara ini tidak hanya menarik ribuan pengunjung, tetapi juga memberikan peningkatan signifikan terhadap omzet para pedagang setempat.
Salah satu pedagang yang merasakan manfaat langsung dari acara ini adalah Winadi, seorang pria paruh baya yang menggelar dagangannya di dekat lokasi balapan. Winadi menjual berbagai macam produk, mulai dari makanan ringan, minuman, hingga mainan anak-anak di lapaknya.
“Alhamdulillah, lumayan pak hasilnya yang pasti lebih banyak dari hari-hari biasa,” ujar Winadi, warga Separi I Tenggarong Seberang, saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pembeli pada Ahad (19/5). Ia berharap agar acara serupa dapat lebih sering dilaksanakan sehingga pedagang sepertinya dapat terus meningkatkan pendapatan.
Kepala Desa Embalut, Yahya, juga menyampaikan bahwa lomba ini disambut dengan gembira dan antusias oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pedagang setempat. “Mereka (pedagang.red) mengakui dapat meningkatkan pendapatannya, karena ada sekitar tiga ribu orang yang hadir pada event ini,” ujarnya dalam laporan kepada Bupati Edi Damansyah.
Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, mengapresiasi event Balap Ketinting ini karena mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. “Ini lah yang kita harapkan dari kegiatan seperti ini, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat memanfaatkan keramaian untuk meningkatkan ekonomi,” ujarnya saat menghadiri event tersebut pada Ahad (19/5) di Embalut Dusun Tulak Tepen, Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Lebih lanjut, Bupati Edi Damansyah menginformasikan bahwa lomba ketinting juga akan menjadi bagian dari pesta adat seni budaya Erau mendatang. “Karena banyaknya permintaan dan peminatnya luar biasa, insyaAllah Erau nanti kita gelar Balap Ketinting,” pungkasnya.
Acara balap ketinting ini diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin yang tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian desa melalui peningkatan pendapatan para pelaku UMKM dan pedagang kecil.









