Nusantara – Masyarakat kini dapat mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur setelah sebelumnya ditutup untuk umum. Pembukaan ini resmi dilakukan oleh pemerintah, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menjelajahi pusat pemerintahan yang baru.
Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, mengungkapkan bahwa saat ini tengah dilakukan pengaspalan infrastruktur konektivitas, termasuk Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Timur serta jalan feeder. “Masuk keluar IKN untuk publik akan lebih mudah. Selama ini kami tutup, nanti akan buka kembali tanggal 15 September,” jelas Danis.
Untuk dapat memasuki IKN, masyarakat diharuskan melakukan registrasi melalui aplikasi yang tersedia di App Store dan Play Store. Selain itu, pemandu wisata juga akan disiapkan untuk membantu pengunjung serta menentukan titik-titik menarik di IKN.
Danis menambahkan bahwa pihaknya akan menggelar rapat koordinasi bersama Otorita IKN (OIKN) pada 12 September 2024 untuk membahas batasan jumlah pengunjung. “Kami perkirakan jumlah pengunjung akan mencapai ribuan orang. Hal ini mengacu pada kunjungan di Titik 0 Kilometer. Kami akan mengatur agar seluruh masyarakat bisa terlayani dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan penataan lanskap dan vegetasi di Kantor Kepresidenan, termasuk Istana Garuda dan Istana Negara. Presiden Joko Widodo dan jajarannya dijadwalkan berkantor di Istana Garuda mulai 10 September hingga 19 Oktober 2024.
“Fungsi kantor Istana Garuda sudah siap 100 persen. Sebelumnya, sudah digunakan untuk Sidang Kabinet sebelum 17 Agustus 2024,” tambah Danis. Istana Negara juga telah siap digunakan sebagai ruang rapat kerja presiden dengan para pejabat daerah.
Selain itu, penyelesaian ekosistem perkantoran lainnya, termasuk gedung Kementerian Sekretariat Negara dan Kantor Kemenko, sedang dalam proses. Infrastruktur hunian untuk ASN juga terus dikebut, dengan target penyelesaian 20 tower pada September 2024.
Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) yang sebelumnya hanya 14 unit kini bertambah menjadi 20 unit, dengan rencana paripurna menjadi 36 unit pada Oktober mendatang. Seluruh infrastruktur tersebut dilengkapi dengan utilitas penting seperti air minum, listrik, AC, dan jaringan internet.
Dengan pembukaan IKN untuk umum, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan terlibat dalam perkembangan ibu kota baru Indonesia. (*)









