Pjs. Bupati Kukar Sarankan Pembangunan Jalur Alternatif Pasca Longsor di Loa Kulu

Pjs. Bupati Kutai Kartanegara mendorong pembangunan jalur alternatif untuk mengatasi masalah longsor di Jalan Yos Sudarso.

  • Pjs. Bupati Kukar mengusulkan jalur alternatif melalui Jalan Singalawang dan Margasari
  • Kendaraan roda dua masih bisa melintas di jalan pasar
  • Pembangunan jalan alternatif diusulkan dalam APBD 2025

APA YANG TERJADI?

Pjs. Bupati Kutai Kartanegara, Bambang Arwanto, mengusulkan pembangunan jalan alternatif untuk mengatasi longsor yang terjadi di ruas Jalan Yos Sudarso, Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu. Usulan ini disampaikan pada Rabu, 16 Oktober 2024, sebagai solusi untuk memudahkan akses kendaraan, terutama bagi kendaraan roda empat.

Bacaan Lainnya

Bambang menjelaskan bahwa jalur alternatif yang diusulkan meliputi Jalan Singalawang, Ukung, Margasari, dan Long Anai. Sementara itu, kendaraan roda dua masih dapat melintas di jalan pasar yang ada saat ini. Ia juga menambahkan bahwa perbaikan ruas jalan Singalawang Margasari telah diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

GAMBARAN BESAR

Bambang Arwanto menegaskan bahwa kendaraan yang mengangkut logistik darurat dapat diarahkan untuk melintasi jalur hauling batu bara milik PT Multi Harapan Utama (MHU). Namun, ia juga menyadari bahwa penggunaan jalur ini memiliki risiko tinggi karena padatnya aktivitas hauling. “Untuk alternatif memakai jalur hauling MHU kita sadari memang cukup berisiko. Namun, ini bisa dijadikan alternatif untuk kebutuhan jalur logistik mendesak dengan dipandu escort dari PT MHU,” ujarnya.

SELANJUTNYA UNTUK KUTAI KARTANEGARA

Sebelum mengusulkan jalur alternatif, Pjs. Bupati Kukar memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kukar, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, serta perwakilan Pemerintahan Desa Jembayan dan pihak perusahaan terdekat. Saat ini, pihak berwenang telah melakukan upaya pengecoran pada jalan yang longsor, yang merupakan urat nadi perekonomian daerah. Bambang berharap perbaikan jalan dapat selesai pada Desember 2024, sehingga jalur ini bisa kembali dilalui kendaraan.

Pos terkait