Pemkab Kukar Pastikan Jembatan Sebulu Tetap Berlanjut, Upaya Pendanaan Pusat Terus Digencarkan

See TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Sebulu, meskipun proyek strategis bernilai hampir Rp900 miliar tersebut masih menghadapi defisit anggaran sekitar Rp400 miliar. Pemkab memastikan proyek ini tidak akan mangkrak dan terus mengupayakan berbagai skema pembiayaan, termasuk mendorong pemerintah pusat untuk mengambil alih pendanaan.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyatakan bahwa pembangunan jembatan tetap berjalan meskipun terjadi penurunan transfer ke daerah (TKD). Pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono, untuk membuka peluang intervensi anggaran pusat melalui APBN.

“Progresnya tetap berjalan. Memang anggaran kita sedang turun, tetapi kami terus menyampaikan posisi strategis proyek ini kepada pusat. Kami melakukan segala upaya agar jembatan ini bisa terealisasi,” ujar Aulia, Senin (24/11/2025).

Bacaan Lainnya

Menurut perhitungan terbaru, penyelesaian Jembatan Sebulu masih membutuhkan tambahan dana hampir Rp500 miliar. Pemkab Kukar memastikan pengerjaan tetap dilanjutkan sesuai kemampuan APBD tahun depan sambil menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa pembangunan bentang tengah jembatan belum dapat dimulai karena masih menunggu pemenuhan persyaratan teknis dari Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR. Salah satu syaratnya adalah pengeboran tanah hingga kedalaman sekitar 60 meter di lokasi pilar jembatan, yang telah dianggarkan pada 2026.

Saat ini, pembangunan masih difokuskan pada jalan pendekat dengan total panjang mencapai 1,4 km. Progres fisik bahkan disebut telah melampaui target awal. Namun, masih terdapat sekitar 300 meter jalan yang belum dibangun akibat persoalan pembebasan lahan, sementara empat bentang jembatan juga belum terpasang girder.

Bupati Aulia menegaskan bahwa bagian bentang tengah merupakan tahap paling krusial yang tidak dapat dikerjakan bertahap dan memerlukan proses satu tahun penuh, mulai dari fabrikasi, pemasangan, hingga uji ketahanan. Dengan dukungan pendanaan pusat, proyek direncanakan dapat rampung dalam dua tahun ke depan.

“Kami ingin secepatnya, tapi melihat kondisi anggaran, mudah-mudahan dalam dua tahun ke depan bisa selesai. Jembatan ini akan membuka jalur penting yang menghubungkan Kutai Timur–Sebulu–Samarinda, berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, arus logistik, dan pertumbuhan ekonomi kawasan tengah Kukar,” tutup Aulia.

#pemkabkukar
#kecamatansebulu
#jembatansebulu
#liputankukar

Pos terkait