Bepelas Malam Kelima Erau Adat Pelas Benua 2023 Dihadiri Asisten I Setkab Kukar

Ritual malam kelima Erau Adat Pelas Benua 2023 di Museum Negeri Mulawarman, Tenggarong.

Kutai Kartanegara – Para dewa dan tukang belian disamping kiri museum menari beberapa putaran sambil membaca mantra-mantra. Menandakan ritual pelas benua dimulai.

Dewa yang terdiri tujuh wanita dan para belian tujuh orang masuk ke Museum Mulawarman untuk membaca mantra-mantra sekaligus melakukan beberapa tari, di antaranya dewa memanah, tari kanjar ganjur laki bini.

Hadir dalam acara bepelas malam kelima yang digelar di Museum Negeri Mulawarman itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab Kutai Kartanegara Akhamad Taufik Hidayat.

Bacaan Lainnya

Tidak sendiri, Asisten I didampingi Camat Kembang Janggut Halim dan Camat Muara Kaman Barliang.

Acara bepelas mempunyai arti atau simbol pemberi semangat atau sukma kepada Sultan Adji Muhammad Arifin beserta pihak kesultan.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap malam selama kegiatan Erau Adat Pelas Benua digelar oleh pihak Kesultanan Ing Martadipura. Hanya tamu atau pejabat dari Pemkab Kukar yang silih berganti menghadiri upacara ini.

Dalam prosesnya, Akhmat Taufik Hidayat diberi kehormatan memegang tali Juwita dan di sebelah kanan dari pihak kesultanan, setelah beberapa dewa dan tukang belian menjemput Sultan Adji Muhammad Arifin dan keluarga untuk keluar melakukan acara bepelas malam kelima.

Usai melakukan prosesi pembacaan mantra, Sultan Adji Muhammad Arifin menginjakan kakinya ke gong Raden Galuh dan terdengar ledakan meriam. Ritual ini dilakukan selama 5 kali berturut- turut.

Lalu, para pihak kerabat kesultanan melakukan hiburan dengan mempersembahkan beberapa tarian kepada Sultan Arifin dan keluarga, dilanjutkan dengan makan malam bersama.(ADV)

Pos terkait