Kutai Kartanegara – Perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani tidak main-main.
Segala perangkat pendukung pun disiapkan oleh Pemkab. Seperti dilaksanakannya Bimbingan Teknis Kompetensi Budidaya Panen dan Pasca Panen Kopi oleh Badan Kepagawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Kata Bupati Edi Damansyah, itu semua sejalan dan sebagai bentuk dukungan untuk Program Kukar Idaman, khususnya dalam pembangunan pertanian dalam arti luas sub sektor perkebunan.
Menurutnya, meskipun kopi sempat tergeser oleh komoditas lainnya, seperti karet atau kelapa sawit, namun pelan tapi pasti komoditas kopi kembali menggeliat.
“Beberapa daerah sudah menjadi sentra pengembangan kopi, antara lain di wilayah Jonggon, Desa Perangat Baru, dan Cipari Makmur,” terang Bupati dalam sambutan tertulisnya, Senin (9/10/23).
Kembalinya minat atas pengembangan komoditas kopi tak terlepas dari pertumbuhan industri kopi, tentunya hal yang paling pokok adalah pangsa pasar yang amat sangat menjanjikan.
Di Kukar sendiri, Bupati menjelaskan bahwa program-program tersebut telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2021-2026.
“Tujuan dan Sasaran Utama dari program ini adalah peningkatan produktivitas, produksi dan tingkat kesejahteraan petani,” ungkap Bupati.(ADV)









