Kutai Kartanegara – Potensi Kabupaten Kutai Kartanegara meningkatkan nilai tambah komoditas rumput laut melalui hilirisasi industri memacu pemerintah untuk terus berinovasi. Salah satunya dengan diluncurkannya Mantra Tricilnengah Larut.
Staf Ahli Bupati Kukar Bidang Pemerintah dan Kesra Didi Ramyadi mewakili Pemkab meluncurkan proyek perubahan pembangunan sentra industri kecil dan menengah (IKM) di Cafe Jodoh Desa Muara Badak, Kecamatan Muara Badak.
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Didi Ramyadi menyampaikan apresiasinya atas laporan implementasi proyek perubahan yang telah dibuat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar.
“Jika nanti apa yang digagas dalam laporan ini bisa terimplementasikan dengan baik, maka target RPJMD Kukar 2021-2026 untuk menyiapkan hilirisasi bagi petani rumput laut dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan,” bunyi sambutan Bupati Kukar.
Kebijakan hilirisasi disektor ini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, utamanya bagi para nelayan budidaya dan petani rumput laut.
Industri berbasis agro ini akan mampu menciptakan lapangan kerja baru sehingg mampu berkontribusi terhadap perputaran roda ekonomi di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Hal itu sesuai dengan visi Kukar Idaman yang mengoptimalkan seluruh potensi daerah. Saat ini sesuai data statistik sektor industri pengolahan memiliki peran mencapai angka 4,49 persen terhadap perekonomian Kukar.
Sebelumnya, kegiatan ini merupakan proper dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar Arfan Boma Pratama yang berjudul Pembangunan Sentra Industri Kecil dan Menengah Rumput Laut.
Dibuat sebagai laporan implementasi aksi perubahan dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional II Angkatan XII Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah Tahun 2023.(ADV)









