Kutai Kartanegara – Perhatian penuh diberikan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atas wabah penyakit yang menyerang hewan ternak. Untuk itu, pencegahan pun gencar dilakukan.
Menjawab hal itu, Plt Sekretaris Dinas Pertanian dan Perternakan (Distanak) Ananiyas mengungkapkan vaksinasi terhadap hewan ternak menjadi salah satu upaya yang dilakukan.
“Dalam hal ini pemerintah daerah dan pusat bekerjasama untuk memberikan vaksin dan pengecekan hewan-hewan ternak,” ucap Plt Sekretaris Distanak, Ananiyas. Rabu, (15/3/2023).
Bagi peternak, penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjadi momok menakutkan akhir-akhir ini. PMK sendiri merupakan penyakit epizootika yang menyerang ternak besar, terutama sapi dan babi. PMK disebabkan oleh virus dari familia Picornaviridae.
Umumnya PMK menyerang hewan berkuku genap atau belah, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, gajah, jerapah, dan menjangan.
Ananiyas menjelaskan bahwa kasus PMK tidak hanya berada di Kukar, namun sudah merebak hampir ke seluruh Indonesia.
“Bahkan sudah menjadi kasus global bukan hanya di Indonesia,” kata dia.
Ananiyas pun mengimbau kepada para peternak harus melakukan upaya pencegahan supaya ternak tidak terjangkit penyakit, termasuk PMK.
Menurutnya, selain vaksinasi banyak cara yang dapat dilakukan dalam mencegah penyakit, seperti memberikan pakan yang bergizi, menjaga sanitasi kandang dan lingkungan peternakan serta konsisten dalam menerapkan kegiatan biosekuriti.(Advertorial)









