Kutai Kartanegara – Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) diikuti secara serentak diseluruh desa/kelurahan di kabupaten Kutai Kartanegara selama satu bulan.
Nantinya, pelaksanaan gotong royong dilaporkan desa/kelurahan kepada camat, dan camat memberikan laporan kepada bupati melalui dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, laporan tersebut disertai dengan data pendukung berupa foto laporan kegiatan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto saat apel akbar pencanangan BBGRM ke XX tingkat Kabupaten Kukar tahun 2023 menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kepedulian serta peran aktif masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan.
Tak hanya itu, BBGRM juga menjadi ajang pelestarian nilai-nilai budaya gotong royong menuju penguatan integrasi sosial dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan hasil-hasil pembangunan di segala bidang.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah menjaga dan melestarikan budaya gotong royong sebagai budaya asli bangsa Indonesia, meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan, meningkatkan kemitraan antara masyarakat dan pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan,” kata Arianto di halaman Kantor Bupati, Kamis (4/5/2023).
Hadir pada apel akbar BBGRM pimpinan Forkopinda, Sekretaris Daerah, seluruh Asisten, Kepala OPD serta 10 orang perwakilan OPD.
Tak ketinggalan, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kukar, LPM, Gugus Tugas Pendamping Desa, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, Pendekar Idaman dan tenaga Ahli Pemberdayaan P3MD Kabupaten.(Advertorial)









