Undang Tenaga Ahli dan Riset Organik Pemkab Serius Jadikan Kukar Lumbung Pangan

Diskusi pemantapan data infrastruktur tani antara Dinas Pekerjaan Umum dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar yang dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah.

Kutai Kartanegara – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang digawangi Bupati Edi Damansyah dan Wakilnya Rendi Solihin untuk menjadikan kabupaten yang dipimpinnya ini sebagai lumbung pangan bukan isapan jempol belaka.

Hal itu dibuktikan lewat keseriusan Pemkab dalam beberapa agenda kerja yang dilaksanakan, salah satunya dengan mengundang tenaga ahli dan riset organik PT Madubaru, Jogjakarta.

Atas hal itu, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menjelaskan bahwa tujuannya mengundang tenaga ahli dan riset organik tersebut berkenaan dengan rencana Pemkab untuk membangun demplot di lima kawasan pertanian

Bacaan Lainnya

Menurutnya, saat setiap klaster, infrastruktur dan petaninya sudah siap, selanjutnya untuk pengembangannya perlu dibangun demplot yang berkaitan dengan pengembangan pupuk organik, karena di beberapa kabupaten/kota sudah dibikin demplot.

“Kita mengundang ahli pertanian dari Jogjakarta, yakni Pak Sigit Agus Himawan beliau ini membawa konsep tersendiri dengan memproduksi pupuk hayati atau organik, sekaligus memberikan pendampingan nantinya” kata Edi Damansyah, disela diskusi pemantapan data infrastruktur tani antara Dinas Pekerjaan Umum dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, di ruang Serbaguna Kantor Bupati, Senin (10/4/2023).

Bupati menjelaskan bahwa konsep yang dibawanya akan mengubah budaya kerja petani. Jika selama ini hanya kenal pupuk kimia, terus beli kapur untuk penanganan lahan tingkat keasaman tinggi, dengan pupuk hayati atau organik yang ditawarkan tidak memerlukan semua itu.

Kedatangan tim ahli ini sekaligus akan mengerjakan hal teknis, seperti membuat demplot di beberapa titik, yaitu Muara Kaman, Sebulu, Tenggarong Seberang, dan Loa Kulu.

“Harapan saya dengan konsep ini penggunaan beberapa temuan baru terutama pupuk hayati atau organik ini kesulitan pupuk di tengah-tengah petani bisa diatasi dan ini mengubah budaya kerjanya. Kalau selama ini kita hanya pikir pupuk kimia ini kita sudah beralih pada pupuk organik,” harapnya.

Diungkapkannya, terkait rencana pembangunan demplot di lima kawasan pertanian, saat ini infrastruktur sedang dikerjakan, antara lain jalan usaha tani, saluran irigasi, dan embung.

“Karena ada klaster-klaster di 5 kawasan pertanian, jadi kita lihat di tahun 2022-2023 ini mana-mana saja yang dikerjakan oleh Dinas PU, dan mana-mana saja oleh Dinas Pertanian, dan juga apa saja yang harus kita perkuat di anggaran 2023 khususnya di perubahan nanti, dan akan kita anggarkan lagi di 2024,” paparnya.(Advertorial)

Pos terkait