Tenggarong, – Dalam rangka kunjungan Safari Ramadhan 1445 H di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Wakil Bupati (Wabup) Kukar H. Rendi Solihin menyempatkan diri untuk menikmati keindahan wisata lokal. Dalam dialog dengan media, beliau mengungkapkan kesan positifnya terhadap pesona wisata Pela, yang dikenal dengan kehadiran lumba-lumba air tawar atau pesut mahakam.
“Alhamdulillah, pesona wisata Pela ini luar biasa indah, kawasan tersebut juga terdapat lumba-lumba air tawar atau pesut mahakam,” ungkap Rendi Solihin.
Tidak hanya sekadar menikmati keindahan alam, pemkab Kukar juga terus memberikan perhatian dalam pengembangan wisata Pela. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memberikan alokasi anggaran untuk pengembangan sarana prasarana, khususnya dalam pengadaan homestay.
“Khusus untuk desa Pela tahun 2024 ini telah dianggarkan dengan penyediaan sarana prasarana perlengkapan homestay sebesar Rp. 1 Miliar,” tambah Rendi Solihin.
Selain itu, Rendi juga mengunjungi pusat informasi dan promosi wisata Pela, yang memamerkan berbagai poster edukasi mengenai pesut mahakam serta teknik penangkapan ikan ramah lingkungan yang masih digunakan oleh nelayan lokal.
“Informasi center ini tentunya sangatlah bermanfaat dengan berbagai bacaan mengenal pesut mahakam, serta ancaman terhadap ekosistemnya. Saya rasa ini perlu diketahui para wisatawan yang berkunjung ke Pela, bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan terjaga dengan baik,” ungkapnya.
Diketahui, Pela telah menjadi magnet wisata baru di Kalimantan Timur (Kaltim), menawarkan sensasi unik wisata di atas sungai Mahakam. Sebagian besar penduduknya, sekitar 90 persen, adalah nelayan ikan tangkap.
Wisata Pela bahkan telah menarik perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparakraf), Sandiaga Salahuddin Uno. Melalui peninjauan langsung, wisata Pela masuk dalam peringkat 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022.
Pesona Pela juga terkait erat dengan keberadaan pesut mahakam, yang habitatnya di daerah tersebut. Lumba-lumba air tawar ini sangat terancam punah, dengan jumlah populasi yang tidak lebih dari 70 ekor. Kawasan perairan Mahakam, termasuk Sungai Pela dan Danau Semayang, menjadi habitat utama pesut mahakam, yang kerap ditemukan berkelompok dalam jumlah maksimal 6 ekor.









