Kukar Gelar Orientasi untuk Cegah Stunting Pada Calon Pengantin

Orientasi pendampingan pencegahan stunting pada calon pengantin
Orientasi pendampingan pencegahan stunting pada calon pengantin

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) serius dalam upaya pencegahan stunting. Hal tersebut diwujudkan dengan menggelar Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan pemeriksaan calon pengantin. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (29/10/2024) tepatnya di Pendopo Wakil Bupati Kukar.

Asisten I Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, dalam sambutannya yang mewakili Pjs Bupati Kukar, menekankan pentingnya gizi bagi ibu hamil. Bagaimanapun juga, kualitas gizi ibu hamil akan berdampak pada status gizi anak.

Taufik melanjutkan jika kekurangan gizi yang terjadi pada anak banyak dikaitkan dengan kekurangan vitamin-mineral yang spesifik seperti mikronutrien dan makronutrien tertentu.

Bacaan Lainnya

Beliau menyampaikan bahwa kekurangan gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan stunting pada bayi yang dilahirkan. Stunting sendiri adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu yang panjang. Gangguan tersebut juga menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan fisik anak yang tak berjalan dengan baik.

Menurut Taufik, acara tersebut menjadi salah satu upaya sosialisasi pemerintah pada para remaja putri serta calon pengantin perempuan supaya mempersiapkan diri dalam berkeluarga sekaligus merencanakan kehamilan.

“Kegiatan ini adalah upaya pemerintah untuk mensosialisasikan informasi pada remaja putri dan calon pengantin perempuan agar mempersiapkan diri dalam penerapan keluarga berencana. Keluarga berencana ini mencakup bagaimana merencanakan keluarga yang baik termasuk mengedepankan aspek lain seperti batas minimal perkawinan untuk pria 25 tahun dan wanita 21 tahun,” ujar Taufik.

Taufik juga memfokuskan jika pemahaman tentang stunting perlu digaris bawahi. Bahwa stunting dapat mengganggu pertumbuhan fisik maupun perkembangan otak anak hingga menyebabkan anak rentan terkena gizi buruk.

Jika ibu saja kurang gizi, maka besar kemungkinan anak yang dikandung tidak bisa bisa berkembang secara optimal dan menimbulkan stunting.

“Pertimbangan ketahanan ekonomi keluarga mencakup bagaimana menjamin keberlangsungan hidup nanti setelah berkeluarga. Jadi, bagi calon pengantin diharapkan untuk melakukan hal-hal seperti:

1.Memastikan terdaftar dan tercatat pada aplikasi Elsimil

2.Memahami dengan baik tentang kehamilan yang harus direncanakan secara matang

3.Merencanakan tempat persalinan

4.Memastikan Kepemilikan Jaminan kesehatan

5.Memastikan calon ibu siap untuk menerima bayi ketika lahir dan saat persalinan pertama

6.Memahami dengan baik tentang ASI Eksklusif

7.Memastikan bayi dan orang tua tercatat di Posyandu sekaligus rutin menghadirinya,” ungkap Taufik.

Selain itu, Taufik pun menambahkan jika Pemerintah Daerah hingga saat ini sangat mendukung semua kegiatan yang menyoroti tentang perbaikan gizi di masyarakat. Termasuk penurunan dan pencegahan stunting, penurunan angka kematian dan kesakitan ibu dan bayi, penurunan angka kemiskinan serta peningkatan indeks Pembangunan keluarga (iBangga)

“Acara kegiatan Re-Orientasi dengan Tema Zero Dose Immunization yang berlangsung hingga esok ini berhasil membuat pemerintah daerah Kukar mengucapkan banyak terima kasih khususnya kepada BKKBN” tutupnya.

 

Pos terkait