Liputan6.com, Jakarta – Analis Politik Pangi Chaniago meyakini, terdapat upaya dari Presiden Jokowi agar Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 berlangsung satu putaran dan hanya diisi oleh dua kandidat yakni Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Hal ini dilakukan, karena Jokowi diyakini trauma dan tidak ingin mengulangi kesalahan saat Pilgub DKI Jakarta 2017.
“Konteks pilpres satu putaran. Upaya ini terbilang sangat serius bagi Jokowi dan pendukungnya untuk memastikan dan memperbesar probalitas kemenangan dalam pilpres nanti,” kata dikutip dari Liputan6.com, Senin (29/5/2023).
Pangi menilai, bentang emperis Pilkada Jakarta dan pengalaman Jokowi dua kali menang pilpres menjadi hal yang sangat berharga. Karenanya saat Pilkada Jakarta kalah di periode 2017-2022, diyakini Pangi, menjadi hal menyakitkan bagi Jokowi dan pendukungnya karena meremehkan Anies Baswedan sebagai “Kuda Hitam”.
“Jokowi ingin mengupayakan agar kesalahan di Pilkada Jakarta tidak terulang dan pada saat yang sama Jokowi ingin menunjukkan pengalaman suksesnya memenangkan dua kali pemilihan presiden terulang,” jelas Pangi.
“Jokowi terus mengantisipasi Anies agar tidak masuk putaran kedua,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah ini.
Kendati gagal membuat Pilpres 2024 berjalan satu putaran, lanjut Pangi, Jokowi tetap akan bermain peran dalam kontestasi tiga pasang kandidat capres-cawapres dengan memastikan putaran kedua hanya diikuti oleh Prabowo dan Ganjar dan tidak menghendaki Anies masuk putaran kedua.
“Namun Jika Anies masuk putaran kedua ini tentu sangat tidak diharapkan dan tidak diinginkan. Jadi Jokowi ingin memastikan siapapun yang akan berhadapan dengan Anies (Prabowo atau Ganjar Pranowo) agenda politiknya harus terus dilanjutkan,” urai Pangi.
Editor : Muhammad Amin Khizbullah









