TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berencana merevitalisasi bantaran Sungai Tenggarong di pusat Kota Raja. Rencana yang telah lama digagas ini bertujuan mengubah kawasan yang kerap terlihat kumuh menjadi destinasi wisata dan ekonomi baru yang tertata .
Rencana dan Konsep Revitalisasi
Proyek ini akan menyasar bantaran anak Sungai Mahakam sepanjang 2.6 kilometer, yang membentang di Jalan Panjaitan dan Jalan Kartini, meliputi Kelurahan Loa Ipuh dan Melayu . Berbeda dengan wacana relokasi lama, konsep terbaru adalah penataan tanpa mengusir warga .
Konsep utama proyek ini meliputi:
· Transformasi Permukiman: Sekitar 196 rumah warga di 16 RT akan ditata ulang dengan konsep rumah adat Kutai, sekaligus difungsikan sebagai kawasan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) .
· Penciptaan Ruang Terbuka: Kawasan ini akan diubah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan ruang publik yang menarik .
· Pengembangan Wisata: Rencana jangka panjang termasuk membangun pasar terapung untuk memperkuat daya tarik wisata .
Status Terkini dan Tantangan
Meski desain perencanaan telah disusun dengan matang bersama Universitas Islam Indonesia (UII), realisasi fisik proyek masih terhambat .
Hambatan utama adalah regulasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) yang mengacu pada peraturan tentang garis sempadan sungai . Pemerintah daerah masih menunggu rekomendasi teknis untuk dapat memulai pembangunan .
Dukungan dan Anggaran:
· Dukungan Warga: Ratusan warga dari 16 RT setempat dilaporkan mendukung penuh rencana ini .
· Estimasi Biaya: Anggaran yang dibutuhkan untuk penataan kawasan tepian sungai ini diperkirakan mencapai Rp 137 miliar .
Dukungan Infrastruktur dan Visi Jangka Panjang
Revitalisasi sungai ini merupakan bagian dari visi besar Pemkab Kukar untuk menjadikan Tenggarong sebagai “waterfront city” atau kota tepian air yang menarik .
Proyek infrastruktur pendukung yang sedang berjalan:
· Jembatan Besi Baru: Pembangunannya sedang dikebut dan ditargetkan selesai akhir Desember 2025. Jembatan ini akan menjadi penopang konektivitas dan pengembangan kawasan .
· Penataan Kawasan: DPRD Kukar menekankan pentingnya menata tepian sungai dengan serius, menghilangkan rumah kumuh, dan mengubahnya menjadi ruang publik yang representatif menyaingi Teras Samarinda .
Tantangan Pendanaan: Mengingat biaya proyek yang sangat besar, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menyebut perlu skema pendanaan multiyears (multitahun) agar penataan dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan hingga tuntas .
Manfaat yang Diharapkan
Revitalisasi ini diharapkan membawa banyak manfaat, antara lain:
· Ekonomi: Meningkatkan perekonomian warga melalui UMKM dan pariwisata .
· Lingkungan: Mengurangi banjir, memperbaiki ekosistem, dan mempercantik wajah kota .
· Sosial: Menyediakan ruang terbuka hijau dan rekreasi baru bagi masyarakat .
Dengan demikian, revitalisasi Sungai Tenggarong bukan sekadar proyek fisik, tetapi upaya terpadu untuk mengangkat nilai ekonomi, sosial, dan budaya kawasan tepian sungai yang ikonik di jantung Kukar ini.









