TENGGARONG – Isu yang meresahkan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) mengenai dugaan goyangan pada Jembatan Kartanegara akhirnya mendapatkan klarifikasi resmi. Beredarnya video viral di media sosial yang mengaitkan kemacetan panjang dengan fenomena jembatan goyang dipastikan tidak benar oleh Satuan Lalu Lintas Polres Kukar .
Kepala Satlantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli, menegaskan bahwa narasi yang menyebut struktur jembatan bergetar atau mengalami gangguan konstruksi adalah informasi keliru. Ia merinci bahwa kemacetan yang terjadi pada Minggu (8/2/2026) malam sekitar pukul 19.30 WITA murni disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas di atas badan jembatan .
Kronologi Kecelakanya, Bukan Goyangan
Peristiwa bermula saat seorang pengendara sepeda motor dari arah Samarinda menuju Tenggarong mencoba mendahului mobil di depannya. Aksi nekat di atas jembatan dengan marka garis utuh tersebut berujung tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Akibat benturan, kedua pengendara jatuh dan arus lalu lintas langsung tersendat .
“Kalau jembatan goyang itu tidak benar. Macet kemarin karena ada kejadian kecelakaan, sehingga kendaraan berhenti,” tegas Fandoli, Senin (9/2/2026).
Kemacetan dilaporkan hanya berlangsung sekitar 15-20 menit sebelum petugas berhasil mengurai kepadatan. Seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka lecet di tangan, sementara kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti .
Getaran Akibat Penumpukan Kendaraan
Merespons kekhawatiran warga yang mengaku merasakan getaran, polisi memberikan penjelasan teknis. Fandoli menyatakan bahwa sensasi goyang yang dirasakan sebagian pengendara bukan berasal dari kerusakan struktur, melainkan akibat penumpukan kendaraan dalam jumlah besar saat proses evakuasi kecelakaan berlangsung .
“Jembatan tidak mengalami goyangan atau kerusakan. Getaran yang dirasakan itu akibat penumpukan kendaraan saat penanganan kecelakaan,” ujarnya dalam agenda Polantas Menyapa, Rabu (11/2/2026) .
Konfirmasi Keamanan dan Imbauan Keselamatan
Pihak kepolisian memastikan Jembatan Kartanegara dalam kondisi aman dan layak untuk dilintasi. Namun, mereka menyoroti tingginya volume kendaraan, terutama pada akhir pekan, serta perilaku berkendara yang berisiko.
“Masyarakat kami minta tetap patuh pada rambu dan marka jalan demi keselamatan bersama. Jangan mendahului di atas jembatan, lebarnya terbatas dan itu sangat berisiko,” imbau Fandoli .
Konteks: Bukan Isu Pertama, Beda Lokasi dengan Keluhan Infrastruktur Lain
Perlu dicatat, isu jembatan goyang di Kukar sebelumnya juga mencuat terkait Jembatan Aji Batara Agung di Anggana. Warga Kutai Lama sejak Oktober 2025 mengeluhkan getaran saat kendaraan berat melintas, namun jembatan tersebut telah dilakukan pemortalan sehingga hanya diperuntukkan bagi kendaraan ringan. Dinas PU Kukar saat ini masih menunggu rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJT) untuk rehabilitasi .
Sementara itu, di lokasi terpisah, Jembatan Kartanegara justru menjadi sorotan politis. Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, mendorong Pemkab untuk meningkatkan frekuensi audit kelayakan jembatan secara berkala—minimal enam bulan sekali—sebagai langkah antisipasi pascatragedi runtuhnya jembatan pada 2011 silam. Namun dorongan ini murni bersifat preventif dan tidak terkait dengan temuan kerusakan struktural saat ini .
Kesimpulan: Hoax Terklarifikasi
Masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh konten viral yang tidak disertai verifikasi. Jembatan Kartanegara dipastikan aman, dan peristiwa kemacetan pekan lalu telah dijelaskan secara gamblang oleh aparat kepolisian dengan bukti dan kronologi yang terang.









