Wakil Bupati Kukar Apresiasi Kesuksesan Etam Begenjoh di Malang

Wakil Bupati Kukar Apresiasi Kesuksesan Etam Begenjoh di Malang
Wakil Bupati Kukar Apresiasi Kesuksesan Etam Begenjoh di Malang (ist)

Malang – Delapan grup kesenian dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sukses memukau penonton di Alun-alun Merdeka, Kota Malang, Jawa Timur, dalam acara Etam Begenjoh yang digelar dari sore hingga malam pada beberapa hari yang lalu. Acara yang merupakan hasil kerjasama antara Dinas Pariwisata Kukar dan Himpunan Keluarga Mahasiswa Kukar (KMPKK) ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak.

Wakil Bupati Kukar, H. Rendi Solihin, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap penampilan para talent dari grup kesenian Kabupaten Kukar. “Dengan penampilan grup kesenian dari Kukar ini, kita bisa mengenalkan kesenian dan kebudayaan Kukar ke daerah lain. Banyak sekali seni dan budaya yang kita punya di Kukar ini yang sangat menarik dan kita harus bangga dengan banyaknya seni, adat istiadat, dan kebudayaan yang kita punya. Kita kenalkan ke daerah lain melalui acara Etam Begenjoh ini,” ucap Rendi.

Rendi menjelaskan bahwa Etam Begenjoh, yang berarti “beramai-ramai,” adalah tradisi yang pada zaman Kerajaan Kutai Kartanegara sering dilakukan untuk memberikan hiburan dan memfasilitasi interaksi sosial masyarakat. “Alhamdulillah, malam hari ini kita bisa melaksanakan di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, untuk keempat kalinya, walaupun di kota Malang ini pertama kali. Sebelumnya, kita melaksanakan di beberapa kota seperti Yogyakarta dan Bali. Tujuannya sama, yaitu untuk memperkenalkan seni budaya Kabupaten Kukar kepada masyarakat luas,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Rendi menjelaskan bahwa Kabupaten Kukar memiliki beragam seni budaya yang sangat banyak. Melalui Etam Begenjoh, seni budaya dari tiga zona di Kukar yaitu Pesisir, Tengah, dan Hulu diperkenalkan. “Acara seperti ini akan beberapa kali dilaksanakan pada tahun 2024 di beberapa kota seperti bulan depan di Yogyakarta dan Makassar. Agenda ini untuk mempromosikan seni budaya, kuliner, dan olahraga tradisional Kabupaten Kukar,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rendi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat, khususnya keluarga pelajar dari Kukar di Kota Malang. Ia berpesan agar para pelajar segera kembali ke Kukar setelah lulus untuk bersama-sama membangun daerah. “Kita harus membangun wilayah kita, kabupaten kita, daerah kita secara bersama-sama agar kita nanti bisa menjadi tuan rumah yang baik untuk Ibu Kota Nusantara yang ada di Kalimantan Timur dan jangan sampai kita menjadi penonton di kabupaten kita sendiri. Untuk itu, kita harus punya persiapan dari jauh-jauh hari,” ajak Rendi.

Rendi berharap, melalui acara ini, masyarakat Kota Malang semakin penasaran dan tertarik untuk berkunjung ke Kukar, baik saat perayaan Erau maupun untuk berlibur.

Plt. Kepala Dispar Kukar, Sugiarto, juga menyampaikan harapannya agar Festival Etam Begenjoh yang pertama kali tampil di Kota Malang dapat memperkenalkan budaya Kukar dengan lebih luas. “Dengan begitu, akan banyak wisatawan dari luar daerah yang berkunjung ke Kukar, sehingga bisa meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD) melalui kunjungan wisatawan,” tuturnya.

Acara ini menampilkan delapan grup kesenian dari Kukar dengan berbagai pertunjukan seperti tari, nyanyi, orkes keroncong, dan peragaan busana tenun khas Kukar. Hadir dalam acara tersebut Plt. Kepala Dispar Sugiarto, Kepala Dispar Provinsi Kaltim Riri Sari Dewi, Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni, Plt. Kepala Dinas Koperasi UMKM H. Taufiq, Staf Ahli Bupati Didi Ramyadi, serta undangan lainnya dari 10 kabupaten/kota di Kaltim. Acara ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba olahraga tradisional seperti bakiak, begasing, dan enggrang.

Pos terkait