RAPAK KUKAR: Inisiatif Baru untuk Meningkatkan Pertanian di Kutai Kartanegara

Apa itu RAPAK KUKAR dan bagaimana program ini dapat mendorong sektor pertanian di Kutai Kartanegara (Kukar)?

Pemerintah daerah Kukar telah menetapkan langkah strategis melalui program Ruang Produksi Pada Kawasan Padi Sawah di Kabupaten Kutai Kartanegara (RAPAK KUKAR) untuk mengoptimalkan pengembangan pertanian di wilayah ini.

Lima Kawasan Pertanian Prioritas

Bacaan Lainnya

Kukar telah mengidentifikasi lima kawasan prioritas untuk pengembangan pertanian dengan total luas lahan sawah mencapai 8.093,07 hektare. Kawasan-kawasan tersebut adalah Sebulu-Muara Kaman (1.519,42 ha), Tenggarong-Loa Kulu (1.186,67 ha), Marangkayu (1.081,36 ha), Tenggarong Seberang I (2.010,28 ha), dan Tenggarong Seberang II (2.295,34 ha). Program ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026.

Mengapa Peta Turunan Penting?

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Mohammad Rifani, menekankan pentingnya pembuatan peta turunan dari kawasan pertanian yang telah ada. “Kami perlu membuat peta turunan dari peta lima kawasan padi sawah yang sudah ada, menjadi kluster-kluster dengan indikator teknis sesuai tugas dan fungsi bidang-bidang terkait,” jelas Rifani.

Tantangan Data Spasial

Saat ini, data teknis yang ada belum sepenuhnya berbasis spasial, dan ada keterbatasan dalam sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan aplikasi pemetaan. Hal ini mengakibatkan analisis data awal kurang optimal, sehingga informasi mengenai lokasi, luas lahan, dan kondisi lingkungan belum tergambarkan secara rinci.

Tujuan RAPAK KUKAR

Program RAPAK KUKAR memiliki tiga tujuan utama. Dalam jangka pendek (dua bulan), diharapkan dapat terbentuk peta turunan dari lima kawasan prioritas komoditas padi. Dalam jangka menengah (tiga bulan hingga satu tahun), peta turunan di luar lima kawasan prioritas akan mendukung pengembangan lebih dari 1.000 ha lahan di 225 desa dan kelurahan. Dalam jangka panjang (dua hingga lima tahun), diharapkan produksi tanaman pangan, khususnya padi sawah, dapat meningkat secara signifikan.

Manfaat RAPAK KUKAR

Dengan RAPAK KUKAR, pemerintah daerah dapat melakukan perencanaan yang lebih matang, sehingga target pembangunan dapat tercapai dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Program ini juga membuka peluang investasi di sektor pertanian tanaman pangan di Kukar. “Terintegrasinya semua kegiatan di kawasan ini akan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan hasil pertanian, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani,” tutup Rifani.

Kapan RAPAK KUKAR Diterapkan?

Program ini telah mulai diterapkan dan diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam waktu dekat. Dengan dukungan kebijakan dan teknologi yang tepat, RAPAK KUKAR diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan pertanian di daerah lain.

Pos terkait