Nusantara, 13 September 2024 – Presiden Joko Widodo secara resmi menyerahkan tanggung jawab untuk membahas dan membentuk Angkatan Siber sebagai matra keempat TNI kepada pemerintahan Presiden Terpilih, Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur.
“Semua negara akan menuju ke arah ini. Namun, biarkan pemerintah baru di bawah kepemimpinan Pak Prabowo Subianto yang melanjutkan pembahasan ini,” ujar Jokowi.
Jokowi menekankan pentingnya keberadaan Angkatan Siber dalam menghadapi tantangan keamanan di era digital. Ia mengungkapkan bahwa banyak negara lain telah mulai membentuk angkatan siber mereka sendiri. “Saya melihat sudah ada empat negara yang mulai membangun angkatan keempatnya, yaitu Angkatan Siber,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menyatakan bahwa pembentukan Angkatan Siber mungkin akan melibatkan unsur sipil. “Jika hanya melibatkan militer, maka kita akan terlambat. Oleh karena itu, kita perlu melibatkan orang-orang yang memiliki keahlian di bidang ini, dan kita bisa memberikan pangkat tituler kepada mereka,” jelas Maruli.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan beragam. Pembentukan Angkatan Siber diharapkan dapat memperkuat pertahanan negara dalam dunia maya, yang menjadi semakin penting di era digital saat ini.
Dengan penyerahan tugas ini, Jokowi berharap pemerintahan Prabowo Subianto dapat melanjutkan inisiatif strategis ini demi keamanan dan kedaulatan negara. (*)









