Diskominfo dan Jurnalis Anti Hoaks Kaltim Perkuat Literasi Digital

Samarinda – Untuk memperkuat literasi digital di era tsunami infomrasi, Diskominfo Kaltim bersama Gerakan Jurnalis Anti Hoaks Kaltim, gelar Literalisasi Digital Tangkal Hoaks.

Agenda tersebut digelar di sejumlah sekolah di Kota Tepian.

Literasi dipandu Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim, Tri Wahyuni, menghadirkan anggota DPRD Kaltim, Rusman Yaqub serta Ketua Gerakan Anti hoaks Jurnalis Kaltim, Charles Siahaan.

Bacaan Lainnya

Ketua Gerakan Anti Hoaks Jurnalis Kaltim Charles Siahaan mengungkapkan, Hoaks itu tidak bisa dicegah apapun aplikasinya yang semakin canggih. Hoaks itu ada sesuai dengan peradaban apapun musimnya hoakspun tetap ada.

Diskominfo Kaltim dan Jurnalis Anti Hoaks gelar literasi digital tangkal hoaks. [Diskominfo Kaltim]
Dalam kesempatan tersebut ia jelaskan bahwa yang perlu kita cermati ,yang perlu kita hati-hati kenapa nomor handphone kita bisa masuk ke pelaku penyebar hoaks apakah dia bisa masuk mengirim sembarangan tentu tidak.

“Contohnya kamu beli pulsa ditempat penjual pulsa selanjutnya menulis nomernya itu sangat hati-hati banyak kejadianya dikumpulin nomer handphone semua orang beli pulsa, setelah itu diambil nomor-nomornya oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab atau penyebar Hoaks,” terang Charles, melalui rilis yang diterima media ini, 3 April 2022.

Terus juga kita sering menghambur data di facebook nomor-nomor telpon apa lagi kalo ada yang jahil dicatatnya itulah kelakuanya penyebar-penyebar hoaks, sambungnya membeberkan.

Menurutnya, bagaimana caranya mencegah hoaks yang memang tidak bisa dicegah kalo tidak dari kita sendiri. Makanya, kita buat Kegiatan Literasi ini supaya keluarga kita memahami kalo ada apa-apa jangan mudah dipercaya dulu, inilah gunanya literasi. Kita berdoa supaya sama-sama yang ada disini menceritakan kepada keluarga tentang hoaks maka ini akan menyebar keseluruhanya.

“Bisa dilakukan adalah mencerdaskan diri kita apa yang sedang terjadi didunia digital. Hati-hati tentang data kita jangan sampai tersebar apa lagi nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), intinya bagaimana kita bisa mencegah atau keluarga kita disituasi sekarang dengan jernih,” imbau Charles. (adv/kmf/mla)

Pos terkait