Kutai Kertanegara, – Masjid Baiturrahim Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana menjadi saksi kegiatan penting bagi warga sekitar. Majelis taklim Aswaja dan Pengajian Aswaja kembali digelar, menandai komitmen mereka dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada warga prasejahtera sebanyak 20 paket. Tak hanya itu, juga disalurkan 10 paket untuk anak-anak stunting dari Kecamatan Anggana, serta 6 paket dari BAZNAS. Pembagian santunan bagi para janda juga turut dilakukan, bersamaan dengan pembagian 15 sarung.
Pengajian ini menjadi momen berharga, diisi oleh Ustadz H Supriyanto, salah satu pembina Aswaja Kabupaten Kutai Kartanegara. Dalam sambutannya, Maslianawati Edi Damansyah, Ketua Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kutai Kartanegara, yang juga merupakan pembina Majelis Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah (Aswaja) Kukar, menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi masyarakat Anggana dalam pengajian Aswaja kali ini. Ia juga memberikan apresiasi kepada majelis ta’lim yang hadir untuk memakmurkan masjid.
Tidak hanya sebagai ajang ibadah, pengajian ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi pengurus Aswaja Kabupaten dengan kecamatan Anggana. Maslianawati menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian Aswaja terhadap masyarakat, terutama yang berada dalam kondisi prasejahtera. Meskipun dalam jumlah kecil, bantuan ini memiliki makna yang besar.
Menurut Maslianawati, kegiatan ini sudah berlangsung selama empat tahun berturut-turut. Tidak hanya sebatas pengajian dan pemberian sembako, Aswaja juga memiliki rencana untuk melaksanakan program sunatan masal. Program ini akan diselenggarakan secara gratis, dengan prioritas bagi masyarakat pra sejahtera. Ia menambahkan bahwa setelah menjalani sunatan, peserta akan mendapatkan bingkisan sebagai tanda apresiasi.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan rencana pelaksanaan perlombaan Habsi pada bulan Muharram yang akan diakhiri dengan Tablik Akbar di Pendopo Odah Etam. Maslianawati menghimbau agar setiap kecamatan dapat mengirimkan 2 regu untuk mengikuti perlombaan tersebut.
Selain itu, akan dilaksanakan pelatihan Fardu kifayah untuk remaja atau SLTA. Maslianawati menegaskan bahwa para remaja tidak perlu khawatir akan kehilangan pekerjaan, karena nantinya para pemandi jenazah akan menjadi pelatih bagi mereka, sebagai bagian dari persiapan menjadi penerus yang tangguh.
Dengan berbagai program yang diselenggarakan, Majelis Taklim dan Pengajian Aswaja menegaskan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat jaringan silaturahmi antarwarga dan antarlembaga keagamaan.









