Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah dalam agenda Safari Sahur dan Subuh Berjamaah Pemkab Kukar kali ini mendatangi Yayasan Mitra Miftahul Ulum, Mangkurawang, Tenggarong.
Kehadiran Bupati didampingi Sekda Sunggono, Kemenag Nasrun, Kepala Distanak Sutikno, Kepala DLHK Alfian Noor, Dirut PDAM Tirta Mahakam Suparno.
Turut hadir pula Plt Distransker M Hatta, Kabag Kesra Dendi, Kabid Produksi Disbun Bagio, Kabid Kebudayaan Disdikbud Mulyadi, Camat Tenggarong Sukono dan para Lurah serta pengurus DMI Kukar.
Kehadiran mereka juga sekaligus dalam agenda penyerahan bantuan dari Pemkab untuk Masjid dan Pondok Pesantren. Usai penyerahan bantuan, Pemkab bercengkrama dengan pihak Yayasan.
“Pesantren ini didirikan bersama timnya yang tergabung dalam Tilawati Education Centre Kukar pada Maret 2020, dan saat ini jumlah santrinya sebanyak 350 santri yang datang dari berbagai kecamatan di Kukar, bahkan dari luar,” kata Imam Wahyudi yang juga Direktur Tilawati Education Center sekaligus pendiri PPIQ Miftahul Ulum, Minggu (26/3/2023)
Imam melanjutkan bahwa Pondok Pesantren Miftahul Ulum menggunakan pembelajaran metode tilawati melalui lembaga Tilawati Education Center. Ini merupakan bagian dari penerapan program pemerintahan Edi Damansyah-Rendi Solihin, yakni Gerakan Etam Mengaji.
Selanjutnya, Pondok Pesantren tersebut dijelaskan berfokus pada pendidikan Al-Qur’an dan pendidikan formal. Meski dengan misi pengembangan pendidikan Al-Qur’an, namun santri juga tetap didorong untuk mempelajari dan mendalami ilmu-ilmu umum di sekolah formal, sehingga membuka sekolah formal setingkat SMP dan SMA.
“Selain dibekali ilmu pengetahuan umum di SMP dan SMA, para santri pondok pesantren ilmu Al-Qur’an Miftahul Ulum juga diajarkan ilmu-ilmu alat (ilmu ash-shinaiyyah) seperti ushul fikih, ushul tafsir, hadis, nahwu, shorof, dan sejenisnya hingga mereka menjadi hafiz dan hafizah quran,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menyampaikan apresiasinya, terkhusus kepada Haji Aliansyah atau akrab disapa Haji Antok atas sumbangsih tanah wakafnya, serta kegigihannya membangun pondok pesantren.
“Kami pemkab Kukar mengapresiasi bahwa keberadaan ponpes ini adalah suatu aset masyarakat Kukar yang harus terjaga dan terkelola dengan baik. Karena dilihat dari perkembangannya, Alhamdulillah kita bersyukur ponpes ini terus berkembang dan meningkat dalam pembinaan santri-satrinya,” kata Bupati.
Adapun bantuan yang diberikan Bupati Kukar Edi Damansyah berupa dana Rp200 juta untuk Masjid Mitra Miftahul Ulum, dan Rp100 juta Pondok Pesantren Ilmu Al Qur’an (PPIQ) Miftahul Ulum. Serta kelengkapan masjid berupa ambal tiga rol, 25 buku Iqro’, dan 25 buku Yasin.(Advertorial)









