Tenggarong – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Disnatak) Kutai Kartanegara (Kukar) Sutikno mengungkapkan telah menetapkan lima titik pertanian berbasis kawasan.
Hal ini menjadi program prioritas mewujudkan misi ketiga program bupati dan wakil Kutai Kartanegara, Edi Damansyah-Rendi Solihin. Yaitu memperkuat pembangunan ekonomi berbasis pertanian pariwisata dan ekonomi kreatif.
Misi dedikasi ini kemudian diterjemahkan ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) 2021-2026.
Kawasan satu ucap Sutikno, yakni Kecamatan Muara Kaman-Sebulu diantaranya meliputi kawasan Manunggal Jaya, Sido Mukti, Panca Jaya, Sumber Sari dengan luas sekitar 1,520 hektar. Kemudian, kawasan dua berada di Tenggarong Seberang I terdiri Desa Bangun Rejo, Manunggal Jaya, Karang Tunggal, Loa Dalam, Loa Ulung, Bukit Raya, Loa Lepu dan Embalut, sekitar 1,650 hektar.

Selanjutnya, kawasan tiga di Tenggarong Seberang II di antarannya meliputi Desa Sukamaju, Kertabuana Jaya, Separe dan Bukit Pariaman, 2,160 hektar. Kawasan empat meliputi Tenggarong dan Loa Kulu seperti di Kelurahan Jahab, Bukit Biru, Desa Sumber Sari, Sepakat, Jembayan, Rempanga dan Ponoragan, 1216,61 hektar.
Dan terakhir lahan pertanian seluas sekitar 1082 hektar berada di kawasan Marangkayu meliputi Desa Sebuntal, Santan Ulu dan Semangko.
“Ini sesuai dengan Permentan terhadap pedoman perkembangan kawasan pertanian berbasis korporasi petani, jadi disinilah kami jalan,” kata Sutikno, Selasa (2/11/2021).
Tak sampai di situ, pihaknya sudah memprogramkan pembangunan embung tempat penampungan air dan jalan usaha tani. Awalnya sebanyak 120 embung dan 120 kilometer jalan, Distanak Kukar mengambil 100 sedangkan 20 dari Dinas Perkebunan Kukar.
“Ini skala prioritas yang sudah masuk di RPJMD, Renstra dan Renja kami. tahun 2021 perencanaan masuk, pada 2022 langsung dikerjakan untuk embun dan jalan usaha tani,” tutupnya. (Advertorial)









