Kelompok Tani Harapan Mangkurawang Darat sedang menghadapi permasalahan irigasi yang terjadi sejak lama di daerah itu. Yatemen selaku Ketua RT 14 dan Ketua Kelompok Tani Harapan menyampaikan keluhan ke Pemerintah.
Setidaknya ada sekitar 5 Kelompok Tani Harapan yang berjumlah 50 orang khususnya di Mangkurawang Darat. Kelompok ini telah terbentuk sejak lama, terutama dengan adanya luas tanah sekitar 500 hektare. Diketahui dalam waktu satu tahun sudah ada 2 kali panen. Dalam waktu satu tahun, 1 hektar saja bisa hasilkan sekitar 200 karung.
“Ada sekitar 5 Kelompok Tani Harapan, khususnya di Mangkurawat Darat, yang berjumlah 50 orang aktif. Kelompok ini sudah terbentuk sejak lama dan memiliki luas tanah sekitar 500 hektar, di mana dalam satu tahun bisa panen dua kali. Dalam satu tahun, satu hektar lebih menghasilkan 200 karung, sekitar 10 ton, “kata Yatemen.
Tapi sangat disayangkan sekali, Kelompok Tani Harapan Mangkurawang Darat dan daerah lain kurang mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kukar karena tidak kepeduliaan. Hal ini yang jadi kendala yang dihadapi oleh para Petani.
“Kami juga sudah mengajukan ke pemerintah beberapa kali, namun tidak ada jawaban maupun bantuan yang diterima, dan hanya mendapat bantuan cekdam(buka tutup air) dari Partai Gerindra,”jelas Yatemen.
Yatemen menjelaskan kalau ada keluhan dari parit yang sudah dialiri air, masalah cekdam (buka tutup air), masalah pohon dan lainnya. Kemudian, harapan dari Kelompok Tani Harapan hanya andalkan gotong royong dari pembersihan parit dan kegiatan lainnya. Harapan dari Kelompok Tani Harapan Mangkurawang Darat agar Pemerintah dapat membantu.
“Kemarin kan emang banyak petani tidak bisa menanam padi karna kendala paritnya dan juga masalah cekdam (buka tutup air), dimana ketika petani kekurangan air mau menutup, tapi cekdam (buka tutup air) tidak pernah ada lagi. Selain itu, bibit disini tidak pernah bagus karena ada yang pendek dan tinggi, jadi bibit sangat berpengaruh, “ujar Yatemen.
“Petani mengharapkan dibantu masalah bibit, pengering, cekdam dan lainnya. Bagaimana petani mau sukses jalau untuk membawa keluar padi saja susah? Semoga pemerintah melirik sedikit saja ke desa mangkurawang darat,” sambungnya.***









