Liputankukar.com – Asisten II Ahyani Fadianur Diani secara resmi membuka pendampingan pengisian kertas kerja penilaian mandiri – Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Tahun 2025 pada 29/05/2025.
Pendamping ini diperuntukkan bagi perangkat daerah di kabupaten Kukar yang berlangsung di Ruang Serbaguna Dispora, Kompleks Olahraga Aji Imbut Tenggarong Seberang.
Terlihat hadir juga para asesor perwakilan perangkat daerah dan kecamatan serta para Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Unsur Forkopimcam Kecamatan, Kepala Bagian Sekdakab Kukar.
Ahyani mengatakan bahwa filosofi kehidupan SPIP dan Manajemen Risiko bagi Pemda guna menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang efektif.
Hal ini bisa diwujudkan dengan adanya identifikasi dan pengelolaan risiko, serta melakukan aktivitas pengendalian yang tepat dengan begitu maka tujuan organisasi dapat tercapai.
Tujuan penyelenggaraan SPIP ini tak lain untuk memastikan bahwa setiap kebijakan, program dan kegiatan Pemda bisa dipertanggungjawabkan.
Pada dasarnya SPIP terintegrasi adalah untuk memperkuat peran APIP dalam hal mendeteksi potensi kecurangan sejak dini.
Sehingga Pemda bisa lebih mudah mengidentifikasi titik-titik rawan korupsi, suap dan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.
SPIP ini sangat membantu dalam menyusun serta menjalankan pengelolaan keuangan secara efektif.
Selain itu, Pemda juga memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memajukan pembangunan di daerah.
Ada beberapa hal yang berkaitan erat dengan penyelenggaraan Pemda yakni SPIP bertujuan membantu mengendalikan risiko dan meningkatkan efektifitas kinerja pemerintahan.
Dan dalam penilaian SPIP, asesor dinilai memiliki peran penting dan harus mampu melakukan:
– Evaluasi yang obyektif dan independen terhadap pengendalian intern pada kebijakan perangkat daerahnya;
– Mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan dalam pengendalian intern perangkat daerah.
– Mampu memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efektivitas sistem pengendalian intern.
Untuk itu, para asesor diingatkan untuk menyimak seluruh materi dan penjelasan yang diterangkan dalam kegiatan ini.
Sehingga isi dari kertas kerja SPIP bisa berkualitas dan memiliki kuantitas sesuai dengan kebutuhan.
“Semoga dampak dari kegiatan ini dapat membantu asesor meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya dalam mengisi kertas kerja SPIP dan melakukan penilaian yang efektif, semoga kegiatan ini juga dapat meningkatkan level penilaian SPIP Kabupaten Kutai Kartanegara,” demikian ujarnya saat menyampaikan sambutan Bupati Edi Damansyah.









