Peraih Nobel Ekonomi Paul Romer memuji pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan menilai potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Jakarta – Paul Romer, ekonom senior asal Amerika Serikat dan peraih Nobel di bidang Ekonomi, memberikan pujian terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tengah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Dalam program Power Lunch Salah satu stasiun TV Nasional, Romer menekankan bahwa pembangunan ibu kota baru sangat krusial, bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Romer menjelaskan bahwa banyak pemerintahan yang sebelumnya membangun ibu kota baru sering kali terjebak dalam pemikiran sempit, menganggap kota baru hanya sebagai pusat administrasi. “Jika pembangunan ibu kota hanya dikhususkan untuk fungsi pemerintahan, maka tidak akan ada efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa jika IKN terus dikembangkan dengan baik, dampaknya bisa sangat besar, terutama dalam mendorong urbanisasi.
Sebagai contoh, Romer mengutip keberhasilan Shenzhen di China, yang telah bertransformasi dari kota kecil menjadi salah satu metropolis terkemuka dalam waktu 40 tahun. “Shenzhen telah menjadi salah satu pusat keuangan global dan kota cerdas yang memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi China,” ujarnya. Romer percaya bahwa IKN memiliki potensi untuk menjadi lebih besar dan dapat menampung hingga dua juta orang, serta berfungsi sebagai pusat teknologi.
Otorita IKN (OIKN) telah melakukan langkah strategis dengan mengadakan pertemuan dengan Walikota Shenzhen, Qin Weizhong, pada Juli 2023. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas pengembangan IKN sebagai kota pintar dan penerapan teknologi dalam infrastruktur kota. Pengalaman Shenzhen diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan IKN.
Romer menekankan bahwa pembangunan IKN dapat menjadi katalisator untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menilai bahwa kunci utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat adalah melalui kebijakan pemerintah yang fokus pada urbanisasi. “Tanpa adanya urbanisasi, penciptaan lapangan kerja formal dan modernisasi akan sulit dicapai,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti keberhasilan China dalam melakukan urbanisasi, yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi yang pesat bahkan di tengah pandemi. “Selama beberapa tahun sebelum pandemi, China mampu menikmati pertumbuhan ekonomi yang luar biasa, dan urbanisasi memainkan peran kunci dalam hal ini,” jelas Romer.
Romer mengapresiasi keberanian pemerintah Indonesia dalam mengambil keputusan untuk membangun IKN di Kalimantan. Ia menganggap komitmen pemerintah untuk membangun IKN sejak 2021 sangat mengesankan. “Pengalaman Singapura menunjukkan bahwa urbanisasi yang sukses akan terbayar sendiri, karena nilai tanah di kota dapat digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan pemerintah,” tutup Romer, berharap IKN dapat menjadi model bagi pembangunan kota masa depan di Indonesia.









