Infrastruktur Digital Belum Rampung, Pemindahan ASN ke IKN Ditunda
NUSANTARA – Rencana pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur mengalami penundaan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, menegaskan bahwa pemindahan ini tidak hanya melibatkan perpindahan fisik, tetapi juga merupakan perubahan fundamental dalam tata kelola pemerintahan yang berbasis digital.
Abdullah Azwar Anas menjelaskan bahwa kepindahan ASN ke IKN akan dilakukan setelah infrastruktur digital yang mendukung transformasi budaya kerja berbasis elektronik selesai dibangun. Ia menyatakan, “Kepindahan ASN ke IKN bukan hanya soal pindah kantor, tapi juga perubahan budaya digital.”
KETIDAKTERBURU-BURUAN PEMINDAHAN
Presiden Joko Widodo juga menekankan pentingnya kesiapan perkantoran, hunian, dan sistem digital yang terintegrasi sebelum ASN mulai berkantor di IKN. Anas menambahkan bahwa pemindahan ini adalah bagian dari perubahan paradigma tata kelola pemerintahan yang mengutamakan fleksibilitas, kolaborasi, dan pendekatan agile.
Tahap pertama pemindahan ASN dijadwalkan berlangsung antara tahun 2022 hingga 2024, dengan fokus pada perpindahan kelembagaan dan ASN serta efektivitas penyelenggaraan pemerintahan melalui pola kerja digital.
INA DIGITAL SEBAGAI LANDASAN
Lebih lanjut, Anas menjelaskan bahwa INA Digital, sistem ekosistem layanan digital pemerintah Indonesia, akan menjadi modal dasar bagi pemerintahan di IKN. Sebagai bagian dari transformasi digital ini, tiga aplikasi dari INA Digital—Ina Gov, INA Pas, dan INA Ku—akan diluncurkan secara terbatas pada minggu keempat September, dengan fitur awal yang dapat diakses oleh ASN dan masyarakat umum.
Anas juga mengungkapkan bahwa keberhasilan negara-negara lain dalam menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik, seperti India dan Estonia, menjadi inspirasi. India berhasil mencapai target RPJMN dalam waktu tujuh tahun, sementara Estonia mampu meningkatkan PDRB hingga sepuluh kali lipat melalui digitalisasi pemerintahan.
REKRUTMEN ASN BARU
Di sisi lain, pemerintah juga tengah mempersiapkan rekrutmen ASN baru sebagai bagian dari pemindahan ini. Sebanyak 2.302.543 kebutuhan ASN telah disiapkan untuk tahun 2024, termasuk formasi khusus untuk putra-putri terbaik Kalimantan Timur. Proses rekrutmen ini sudah dimulai dengan seleksi administrasi yang dijadwalkan selesai pada pertengahan September.









