Tenggarong- Tahun ini Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengalokasi anggaran perbaikan Jembatan Sambera, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kukar Restu Irawan mengatakan, alokasi berasal dari APBD Perubahan tahun 2021 dengan pagu anggaran sebesar sekitar Rp 1,5 miliar. Kegiatan belum dilaksanakan lantaran masih tahap lelang proyek.
“Awal November masih lelang proyek dan dalam waktu dekat juga sudah pelaksaan kegiatan,” ungkap Restu pada Senin (1/11/2021).

Kegiatan ini bukan pembangunan jembatan tapi penanganan rehabilitasi jembatan. Bentuk kontruksinya ada dua pilihan yakni semenisasi dan plat baja. Namun pihaknya belum bisa memastikan lantaran akan di diskusikan di dinas.
Rehabilitasi akan dilakukan, sebab jembatan tersebut merupakan akses utama menuju ke tempat wisata dan Kecamatan Marangkayu, serta jalan akses alternatif ke Kota Bontang.
Maka akses lalu lintas juga menjadi pertimbangan tersediri dalam penentuan kontruksi lantai dasar jembatan.
“Masih dikaji dalam satu minggu ini mudah mudahan ada hasilnya,” ujarnya.
Jika semenisasi, otomatis harus ditutup total jembatannya agar tidak bergoyang selama proses tersebut. Sebab karakteristik beton yang belum memasuki umurnya saat ada goyangan akan pecah. Sedangkan mengunakan plat baja tidak ada pengalihan arus lalu lintas. Jika memang nanti pakai kontruksi beton maka akan dilakukan peralihan lalu lintas, lantaran tak ada jalan alternatif.
“Mulai dari simpang 5 Muara Badak agar tak menuju Desa Tanjung Limau dan bila ingin menuju Marangkayu melalui jalan poros Samarinda-Bontang,” jelasnya. (Advertorial)









