Tenggarong- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Parisawata mengelar festival dengan mengangkat tema adat pedalaman suku dayak, secara virtual, Sabtu (30/10/2021). Diketahui, tema ini baru pertama kali diangkat untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas budaya lokal di Kukar banyak dan beranekaragam.
Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar David Haka mengatakan, sejauh ini tarian dayak hanya sering ditampilkan pada acara erau, sebelum pandemi COVID-19 melanda Kukar.

Dari puluhan sub suku dayak yang ada, sementara hanya tiga suku yang diberi kesempatan untuk mengikuti event ini. Karena ketiganya berada di Kecamatan Tenggarong, Sebulu, Loa Kulu dan Loa Janan.
“Sementara ini pesertanya suku dayak Tunjung, Kenyah dan Benuaq. Kedepan harapnnya suku yang lain seperti Bahau, Modang bisa tampil juga,” ungkap David.
Dijelaskan David, kegiatan ini diselenggarakan hanya satu hari karena virtual yang ditanyakan dikanal Youtube Visiting Kutai Kartanegara milik Dinas Pariwisata. Kedepan event semacam ini akan tetap berlanjut baik itu secara offline dan online.
“Mudah-mudahan 2022 mendatang, bisa offline biar orang-orang datang ramai kesini supaya berdampak pada event ini,” pungkasnya.









