Presiden Jokowi Ceritakan Pengalaman Pesawatnya Batal Mendarat di Bandara IKN, Soroti Pentingnya Lalu Lintas Udara untuk Perkembangan Ibu Kota Baru
Nusantara – Dalam sebuah momen yang menarik, Presiden Joko Widodo mengungkapkan pengalamannya ketika pesawat kepresidenan yang ditumpanginya tidak dapat mendarat di bandara baru Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur pada Kamis (12/9). Jokowi menyatakan bahwa saat itu kondisi belum memungkinkan untuk pendaratan, meskipun ia sangat berharap dapat mendarat di bandara yang baru dibangun tersebut.
“Tugas pemerintah adalah memperbanyak traffic di Bandara Nusantara. Saya sebenarnya ingin turun di bandara baru, tetapi ternyata belum memungkinkan,” ujar Jokowi dalam pidatonya saat peresmian Hotel Swissotel Nusantara di IKN, yang disiarkan melalui Kanal YouTube Sekretariat Presiden pada hari Jumat.
Presiden juga menambahkan bahwa saat ini ia masih menunggu uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat yang seukuran dengan pesawat kepresidenan. “Kita masih menunggu percobaan landing dan take off dari pesawat-pesawat yang mencobanya, sehingga pesawat yang kita tumpangi belum bisa turun di Airport Nusantara,” jelasnya.
Jokowi menekankan pentingnya meningkatkan arus lalu lintas di Bandara IKN, karena hal ini akan menandakan bahwa IKN menjadi kota yang hidup dan ramai. Ia menyatakan bahwa keberadaan lalu lintas udara yang aktif sangat penting untuk membangun ekosistem perkotaan yang dinamis.
“Yang dicari adalah keramaian, sehingga ekosistem kota dapat terbangun. Ada penduduk, warga, rumah sakit, sekolah, hotel, dan mal,” tambahnya.
Kementerian Perhubungan juga telah menjelaskan bahwa Bandara IKN dirancang untuk mendukung pelayanan kegiatan pemerintahan dan konektivitas di IKN, dengan runway sepanjang 2.200 x 30 meter.









