SAMARINDA – Perubahan fungsi Jalan KH Samanhudi dari bekas landasan pesawat menjadi jalan umum telah membawa dampak signifikan bagi lalu lintas di Kota Samarinda. Meskipun memberikan aksesibilitas yang lebih baik, jalan ini juga menghadirkan sejumlah tantangan, terutama dalam hal kemacetan, terutama di sekitar simpang empat Jalan Merak dan SPBU di Jalan Gatot Subroto.
Upaya Pemkot untuk Mengatasi Kemacetan
Untuk mengatasi permasalahan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda telah melakukan beberapa langkah, termasuk memasang barrier di median jalan antara SPBU Gatot Subroto dan Jalan KH Samanhudi. Uji coba ini telah dilaksanakan beberapa bulan lalu, namun masih ada pengendara yang tidak sabar dan melakukan putar balik di pertigaan jalan, yang menyebabkan bottleneck dalam kelancaran lalu lintas.
Penerapan Sistem Satu Arah
Setelah melakukan evaluasi, Dishub berencana untuk menerapkan skema jalan satu arah di Jalan Gatot Subroto. “Sudah ada rapat rencana pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Gatot Subroto (Gatsu), jadi dari Jalan Ahmad Yani, Jalan Merak, dan Jalan Camar akan dibuat satu arah menuju jalan ini,” ungkap Hotmarulitua Manalu, Kepala Dinas Dishub Kota Samarinda, (28/9/24).
Kendaraan yang sebelumnya melintas dari Jalan Gatot Subroto menuju Jalan Ahmad Yani, Jalan Merak, atau Jalan S Parman melalui simpang SPBU akan dialihkan melalui Jalan Camar. “Jadi Jalan Gatot Subroto tidak bisa masuk ke Jalan Ahmad Yani, Jalan Merak, atau Jalan S Parman lewat simpang SPBU,” tegas Manalu.
Persiapan dan Sosialisasi
Saat ini, pihak Dishub tengah mempersiapkan semua aspek terkait penerapan sistem satu arah, termasuk penyediaan rambu-rambu lalu lintas. “Sudah ada kajiannya, dan saat ini kami sedang dalam tahap persiapan,” imbuhnya.
Manalu berharap bahwa dengan penerapan sistem satu arah ini, masalah kemacetan di kawasan tersebut dapat teratasi. Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat mengetahui dan memahami perubahan arus lalu lintas yang akan diterapkan. “Yang jelas, tujuan dari sistem satu arah ini adalah untuk meningkatkan kapasitas jalan,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, diharapkan lalu lintas di Jalan Gatot Subroto dapat berjalan lebih lancar dan efisien.








